Harapan hatiku ingin hidup bahagia
Tetapi mengapa sering saja hati ini diluka
Baru ku cuba nak bercinta lalu engkau pun buat angkara
Mengapa mesti aku yang menjadi mangsa
Harapan untuk kekalan hanya tinggal igauan
Walaupun telah aku bertahan tapi apa kan daya
Retak akhirnya kasih kita tanpa ku tahu apa punca
Mudah benar kau mematah dahan asmara
( korus )
Sampai bila harus diri ku begini... oh kekasih
Sampai bila mesti kau dera hatiku
Dimanakah janjimu yang kau tabur dulu
Sebelum kuserahkan cinta
Betapa... hancurnya hatiku
Siapa yang ganggu hatimu
Siapa yang rampas cintamu
Katakan padaku biarlah jelas segalanya
Siapa yang sedang kau sayang
Siapa yang sedang kau buru
Berterus teranglah dari kau terus menyiksaku
sebenarnya ni lagu Ukays.. Siapa rampas cinta mu.. HAHA!! sekian...
Assalamualaikum ana dan anta sekalian, entri ana pada kali ini menekankan soal ta'aruf.. apa itu ta'aruf?? apakah masih zaman moden ini mengamalkan budaya ta'aruf dalam soal JODOH?? JODOH?
Taaruf
adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita katakan berkenalan dengan menatap muka, atau bertandang ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Boleh juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh.
Taaruf boleh juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jinjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenali.
Sebagai saranan yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeza dengan berpacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbezaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.
Bagaimana Proses taaruf ??
Dalam ta’aruf dengan calon pasangan, pihak lelaki dan wanita boleh bertanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi,taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkn sebuah perjalanan panjang berdua.
Apa Tujuan taaruf ??
Taaruf adalah media syar`i yg dpt dgunakn tuk mlakukn pgenaln trhadap calon psangn.Misalnya masalah kecantikn calon istri,dbolehkn tuk mlihat langsung wajahnya dg cara yg sksama,bkn cuma skdar curi2 pndang atau melihat gambarnya. Justeru[Islam] tlah mmrintahkn seorang calon suami tuk mndtangi calon istrinya scara langsung face to face, bkn mlalui media [foto][lukisan]tw[video]
Krna pd hkikatnya wajah seorang wanita tu bkn aurat,jd tak da slahny tuk dilhat.







